Hari ini aku tidak pergi mendengarkan ceramah/kajian Ramadhan rutin di NH (tepatnya karena ketiduran dan mendadak ingat belum mengantar buku Udah Putusin Aja! yang akan dipinjam adik lesku). Aku pun menyetel radio, frekuensi 92.1 seperti biasa, mencari-cari ceramah, berharap bisa menggantikan ceramah yang tak aku ikuti di NH sore ini. Namun, apa mau dikata, hingga malam, ceramah itu tak kunjung kutemukan. Menyalakan TV?? Jujur, hari ini aku tak berminat.
Alhamdulillah,
meskipun tak kunjung mendapat apa yang aku cari, tapi tanpa terasa sebenarnya
aku telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga hari ini. Pelajaran yang
Insya Allah dapat menggantikan pelajaran yang dapat kupetik dari ceramah/kajian
yang tak kuikuti sore ini.
Ya, novel karya BangTere selalu memberiku pelajaran berharga. Biarlah orang mencela ketika
melihatku membaca novel ini, lantas berkata mengapa tidak membaca buku yang
lain saja? Mengapa tidak membaca buku agama saja? Oh, haruskah aku katakan, aku
perlihatkan kepadamu saat aku membaca buku agama?
Cukup, aku hanya tidak
ingin berdebat. Sungguh, sebenarnya aku ingin mengatakan ini kepadamu. Namun,
lidah ini kelu, hanya jemari tangan yang mampu menyampaikan apa yang sebenarnya
ingin kusampaikan.
