Tiga meter dari hadapanku, kulihat dan kudengar sebuah kelompok belajar bahasa Inggris. Ya, aku hanya berani mendengarkan sayup-sayup di sela keheningan suasana taman perpustakaan UNS. Kelompok ini terdiri dari dua akhwat dan satu ikhwan. Begitu fasih sang ikhwan mengajari para akhwat. Mereka selalu berbicara menggunakan bahasa Inggris. Rasanya malu sekali, jika harus dibandingkan dengan kemampuan bahasa Inggrisku.
