Rabu, 22 April 2015

Aku dan Ban



www.reverbnation.com

Telah seperempat abad aku hidup di dunia. Telah seperempat abad aku menghabiskan jatah umur yang sudah ditentukan Sang Maha Pencipta. Entah tinggal seperberapa abad aku masih diberi kesempatan untuk merasakan setiap nikmat dariNya. Mungkin tak sampai hitungan seberberapa abad, tapi tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, atau bahkan detik -meski dari tahun hingga detik ini tetap masuk dalam hitungan sepersekian abad-. Ah, entahlah, sejujurnya aku belum berani membayangkan sisa dari jatah umurku sendiri. Banyak hal yang telah kulalui,

Jumat, 05 Desember 2014

Kieru To Modoru



Tsu ichi dakega kokoro kara kitai shite iru
Nama toshi watashi wa anata kara yuru

Kurasa alam tak berpihak
Kini hendak kemana kaki berpijak
Dedaunan pun berguguran
Isyaratkan langkah yang merapuh

Minggu, 30 November 2014

Buku Kehidupan Itu Bernama Prameks



Hana telah duduk di bangku panjang dekat pintu gerbong kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Kutoarjo - Solo Balapan. Angkutan umum yang terbilang cukup murah ini begitu memberikan kesan tersendiri bagi Hana. Cukup dengan Rp 12.000,00 ia bisa mendapatkan banyak cerita dari tiap perjalanannya. “Cerita apa lagi ya yang akan kudapatkan hari ini?” gumamnya dalam hati. Cerita serakan sampah di lantai gerbong terlalu membuatnya jenuh. Kisah hidup dari teman duduknya selalu membuatnya lebih antusias. Mulai dari lika-liku kehidupan seorang teknisi kapal laut, dosen, guru Bahasa Inggris yang membina para sopir taksi di Solo, pekerja salon muslimah yang hanya lulusan SD, anggota DPRD, ahli kimia yang bekerja di bidang alkes, guru sekaligus pebisnis batik Laweyan di Kalimantan, hingga kekaguman orang Palu yang baru pertama kali naik kereta di Pulau Jawa.
Mandhap pundi, Mbak (Turun mana, Mbak)?” sapa seorang ibu yang duduk di samping kiri Hana.

Senin, 24 November 2014

Sisi Lain dari ‘KAMU’



photo by : Fitrotun Nisa'

Aku mencintaimu, ya, ‘kamu’, dunia fotografi. Aku selalu iri terhadap orang-orang yang diberi bakat dalam dunia fotografi. Aku ingin bisa seperti mereka, tapi hingga saat ini aku baru mampu untuk sebatas mencintaimu. Dari dulu hingga saat ini, aku hanya mampu untuk menikmati keindahan karya-karya mereka. Aaakk!! Rasanya ingin tepok jidat berulang-ulang. -___-

Cukup!!

Minggu, 23 November 2014

Kawan Lama



Tekadang, engkau merasa hidup ini hampa. Terkadang, engkau merasa kamu tak berarti apa-apa. Terkadang, engkau memang terlalu toleran terhadap para setan untuk memasuki kehidupan kita, diri kita, pikiran kita, hati kita. Yaaahh…pikiran-pikiran negatif dan miskin akan rasa penuh syukur begitu bahagia menari-nari dalam otak dan hati.

Tetiba ada sebuah notifikasi yang mengundangku untuk bergabung bersama kawan-kawan lama.

Kamis, 16 Oktober 2014

Pak Ganteng Tak Ada Lagi #2



…………………………………………………………………………………………………………………………….
Dosen Idola dan Ayah yang Hangat
Namanya Erin, dia adalah putri tunggal Pak Gatut. Umurnya masih 17 tahun, saat ini masih menempuh pendidikan di kelas XII SMA N 1 Surakarta. Anaknya cantik, tinggi besar seperti papanya. Berkaca mata dan suka akan menggambar.

Rabu, 10 September 2014

Pak Ganteng Tak Ada Lagi

Pak Ganteng Kami
Sosoknya tinggi tegap bak seorang atlet. Ya, beliau memang penyuka olah raga. Penampilannya cool, menarik, berjiwa muda. Ya, beliau memang tak suka dianggap tua. Kemeja lengan panjang dengan sedikit ditekuk hingga lengan. Tas ransel selalu menemaninya bersama sebotol air minum yang tak lupa terselip di dalam tas itu. Jam tangan layaknya milik anak-anak muda melingkar elok di pergelangan tangannya. Tampaknya, jam tangan adalah salah satu koleksinya. Laptop dengan sticker tim Arsenal menemani pengabdian beliau untuk para mahasiswanya. Nada dering grup musik PADI dari ponselnya terkadang terdengar oleh kami. Sepatu kets, raket tenis, pakaian olah raga, deker, topi, dan terkadang kaca mata hitam pun tak sering luput dari pandangan kami. Sedan Corolla warna hijau dengan hiasan rentetan boneka lucu menempel pada kaca belakang mobil selalu mengantar kedatangan beliau menunaikan pengabdiannya pada kampus tercinta. Wajah teduh, tenang, sabar, dan ramah menjadi nilai plus dalam memikat perhatian kami untuknya. Dialah Dr. Gatut Iswahyudi, M,Si., dosen kami di Pendidikan Matematika FKIP UNS. Aku sendiri pernah mengalami belajar bersama beliau dalam mata kuliah Geometri Transformasi dan Real Analysis. Kebaikan hati beliau begitu nyata terasa dalam hati kami yang pernah diberi kesempatan oleh Allah untuk menimba ilmu dari Pak Ganteng. Ya, kami sering menyebutnya dengan sebutan itu. Ahh, Bapak… Selalu menyenangkan ketika mengingat segala hal tentangmu.

 
***

Sebuah Kabar
Malam itu, 8 September 2014 sekitar pukul 10 malam, kubuka HP, kulihat notifikasi dalam jejaring sosial WhatsApp (WA). Seperti biasa, banyak sekali notifikasi yang belum kubuka, apalagi kubaca. Terkadang memang jenuh ketika terlalu banyak notifikasi yang muncul. Namun, entah mengapa mata ini tertarik membuka grup Math 08. Betapa kaget dan tidak percaya, teman-teman di grup sedang meributkan sesuatu yang memang seperti mimpi. Berharap itu hoax. Hampir semua anak mendesak ketua tingkat kami agar segera mencari kebenaran akan kabar tersebut.